Showing posts with label Hardware and Audio. Show all posts
Showing posts with label Hardware and Audio. Show all posts

Sunday, May 1, 2011

Sound Blaster 24 Bit Mod

Saya membeli soundcard ini beberapa tahun lalu, kondisi 2nd dan ternyata baru saya sadari selama ini ada 1 chip di dalam rangkaiannya yang cacat, tapi so far tidak mempengaruhi performa, usut boleh usut ternyata hanya IC selector yang memang tidak dipakai. Sound Blaster 24 bit atau SB0240 adalah advanced version dari jajaran soundblaster, sebelum akhirnya keluar audigy series. Dengan SQ yg so so saja, tidak ada yg istimewa, awalnya memang beli untuk memenuhi kebutuhan gaming dengan 7.1 speaker, jadi memang benar-benar tidak memperdulikan sound quality, asal 7.1 saja, karena lagi demam speaker 7.1 waktu itu. Tadinya berencana oprek-opreknya pada hari minggu siang, ternyata malam minggunya setelah nonton pertandingan Chelsea-Totenham malah tidak bisa tidur, akhirnya dini hari pukul 01:00 tancap solder dan pasangannya, electric desolder pump dan selesailah 1 jam kemudian, hoaaaammm...ngantuk dikit tapi puas, selesai tanpa hambatan...

Block yang menjadi target penggusuran adalah output coupling, DAC, filter dan power supply, setelah tracing dengan menggunakan multimeter murahan, dan sedikit bantuan mbah gugel akhirnya berikut inilah peserta yang akan terkena penggusuran :
1. Caps filter di opamp
Jamicon 22uF/25V x2 -> Elna Cerafine 22uF/50V, @ IDR 10K
Jamicon 22uF/16V x3 -> Elna Cerafine 22uF/50V, @ IDR 10K
Jamicon 100uF/16V x1 -> Nichicon Muse BP 100uF/16V, IDR 7K
2. Caps di DAC
Jamicon 10uF/16V x2 -> Elna Silmic II 10uF/50V, @IDR 5K
Jamicon 47uF/16V x1 -> undecided yet
Jamicon 1uF/16V x1 ->
undecided yet
3. Caps di Power Supply Block
Jamicon 22uF/25V x5 ->
undecided yet
Output coupling dari soundcard ini ternyata komponen chip, berbeda dengan audigy value yang sudah menggunakan kapasitor elektrolit.

Penampakan setelah recaps seperti gambar dibawah, sound qualitynya cukup meningkat, highnya lebih halus, dan bassnya lebih lembut, deep, staging juga meningkat, lebih berkesan analog, jadi penasaran bagaimana kalau opamp standard sudah diganti. Next target mencari opamp alternatif dulu, semoga dapat dengan harga terjangkau. Kapasitor di blok power supply masih belum tersentuh, karena menurut hemat saya power supply dari PC saya sudah cukup sakti, tapi tetap saja power supply penting sekali untuk audio, PSU baik means sound nya juga baik.

Yang hijau besar itu adalah Nichicon Muse BP, kemudian yang hitam adalah Elna Cerafine, dan diatasnya adalah Elna Silmic II. Setelah lengkap bagian DAC dan PSUnya termodify, akan saya update lagi disini, dan semoga juga ada kesempatan mencari opamp replacement untuk stock opamp yg ada.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Update, May 21, 2011
Akhirnya ada kesempatan untuk membandingkan hasil mod SB 24 bit ini dengan SC yang lain, kebetulan orderan Asus Xonar DG baru datang. Test dengan lagu favorit saya dari Yao Si Ting, "I Cry" hasilnya sangat mengejutkan, saya lebih menyukai reproduksi suara SC tua ini daripada Xonar DG. Reproduksi Xonar DG terdengar seperti tidak natural, desahan Mbak Yao kurang seksi, high sedikit tertahan. Claritynya juga tertinggal dari SB 24 bit mod. Mungkin dikarenakan DG ini tidak di desain untuk musik-musik kalem, lebih ke movie dan gaming. 


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Update, November 08, 2011
Tiba-tiba tanpa sengaja minggu lalu menemukan seorang seller caps yang baru di k****s kemudian contact2 beliau dan dapatlah beberapa Silmic II, tadinya mau dipasang di sektor power supplynya, tapi malah kepikiran menggusur cerafine nya dan di switch posisinya, Bukan yang posisi yang tepat untuk Elna sih, tapi cukup baguslah untuk sebuah SC tua. Akhirnya solder2 lagi, bersihin timah-timah dengan solder penghisap dan selesailah, berikut ini oprek updatenya :
1. Caps filter di opamp
Jamicon 22uF/25V x2 -> Elna Silmic II 22uF/50V, @ IDR 8K5
Jamicon 22uF/16V x3 ->
Elna Silmic II 22uF/50V, @ IDR 8K5
Jamicon 100uF/16V x1 -> Nichicon Muse BP 100uF/16V, IDR 7K
2. Caps di DAC
Jamicon 10uF/16V x2 -> Elna Silmic II 10uF/50V, @IDR 5K
Jamicon 47uF/16V x1 -> undecided yet
Jamicon 1uF/16V x1 ->
Elna Cerafine 1uF/25V, @ IDR 8K5
sektor DAC dan filter2

3. Caps di Power Supply Block
Jamicon 22uF/25V x5 ->
Elna Cerafine 22uF/50V, @ IDR 10K
Jamicon 47uF/25V x5 -> Nichicon Muse 47uF/35V, @ IDR 7K
Sektor power supply


Hasil akhirnya :
Final result

Beberapa caps yang memang tidak dibutuhkan sengaja tidak diganti, misalnya di blok ADC, dan line input. Sangat sederhana sekali SC ini, hanya belasan kapasitor saja yang perlu diganti, opamp masih dibiarkan standar, karena untuk melepasnya mesti mencopot lagi 2 kapasitor dibawahnya untuk memudahkan menyoldernya.

Impresi :
Vokal lebih open, jelas, highnya juga lebih detail, mengalun, peningkatan yang significant untuk sebuah soundblaster jadul. Sepertinya sudah saya tamatkan sampai disini oprek SC tua ini, tidak ada rencana lebih lanjut, sudah kasihan dengan PCB nya dihajar solder panas terus, mungkin akan segera masuk museum.

Thursday, April 21, 2011

Elephant SP-008 2.0 Speaker Mod

Tidak tahu kenapa beberapa minggu terakhir ini saya senang sekali mencari speaker-speaker kecil, tadinya saya pikir tidak perlu lagi membeli speaker kecil, tetapi ternyata saya membutuhkannya dikala tengah malam sedang sepi ingin mendengar lagu-lagu sekedar memecah keheningannya. Kriterianya adalah, fisiknya harus kecil, harga di kisaran IDR150K max 200K lah, 2.0 speaker, ada pengatur volume, USB powered, dan bukan speaker digital.
Setelah mencoba membeli beberapa speaker, kecewa, masuk box lagi, beli lagi, masuk box lagi, akhirnya tanpa sengaja membaca review speaker ini. Kemudian mencoba order dari beberapa seller, ternyata stok di Jakarta kosong semua, terpaksa order dari seorang seller Jawa Tengah, lalu datanglah ke meja saya sepasang, warna putih. Speaker ini adalah pabrikan Elephant, yang sudah terkenal sebagai pembuat mouse dan keyboard murah, ternyata mereka membuat produk speaker murah juga. Awal datangnya cukup mengesalkan, speaker kanan kadang mati kadang hidup, tapi anehnya bunyi terdengar "jedug" waktu pertama dinyalakan, saat itu tergesa mengambil kesimpulan ada komponen aktifnya yg rusak, karena speaker kanan bisa bunyi "jedug", dan tanpa pikir panjang saya packing ulang, kirim untuk klaim garansi, susahnya kirimnya harus ke Surabaya, karena dealernya disana. Hari demi hari menunggu, telp ke dealer, menunggu, telp lagi, akhirnya datang kembali ni si kecil, coba lagi, but alangkah kecewanya, problemnya masih ada, speaker kanan kadang mati kadang hidup. Akhirnya karena kesal langsung saya bongkar, huehuehue.... ternyata penyebabnya sederhana saja, satu kabel speaker kanan hampir putus, tahu begini tidak perlu susah2 klaim garansi.

Melihat bentuknya, kesan pertama, designnya cukup menawan, full body dibalut stiker motif kayu, beberapa teman langsung menuduh itu plastik, padahal sebenarnya itu kayu, ketahuan nanti setelah saya bongkar. Tetapi menurut pendapat saya desain cover depan speaker kurang menyatu dengan bodi speakernya, kayu dengan balutan kasa akan lebih mengesankan simple, klasik, dan elegan. Setelah pasang-pasang kabelnya, power on, tiba saat test sound, suaranya bersih, tidak terdengar noise, tidak langsung befikir mem-packingnya lagi, dan mem-post di salah satu situs jual beli online, staggingnya kurang, dan sepintas terdengar seperti speaker mono, sepertinya speaker kanan perlu diganti kabelnya dengan yang lebih bagus, dengan harapan kabel yang lebih bagus resistant nya kecil, sehingga suaranya bisa lebih kenceng, reproduksi highnya bright, tapi tidak sibilant seperti kebanyakan speaker mini, midnya juga cukup bagus, sedikit berasa bassnya, lumayan sekali untuk speaker sekecil ini. Apalagi dalam kondisi fresh, belum burn in.

Akhirnya setelah sekian lama, ketemu juga speaker yang saya cari selama ini, setidaknya tidak langsung mengecewakan, coba mulai buka-buka speaker boxnya, dan benar, memang kotak speaker ini dari kayu.

Inside the speaker
Lumayan untuk speaker kelas 100 ribuan, wooden enclosure adalah bonus yg wah. Melihat design sirkuitnya, amat sederhana sekali, sebuah chip amp, sebuah potensiometer 50K, switch, dan beberapa kapasitor nampak disana, 2 kapasitor di power supply, 2 di input kopling dan 2 di output coupling headphone, output langsung ke speaker, tapi apakah sesederhana itukah? Ya begitulah, seperti ini penampakan bagian dalamnya, sepertinya tidak banyak yang bisa diperbuat dengan speaker ini.

Stock Component

OK saya mulai saja oprek-opreknya :
1. Recable  

Untuk memperbaiki kualitas output suara, maka perlu diperhatikan juga inputnya, salah satu cara memperbaiki input tersebut adalah memperbaiki atau mengganti kabel input tersebut dengan kabel yang lebih bagus. Hal yang sama berlaku juga untuk output. Prinsipnya, kabel seperti sungai, makin besar dan makin lebar makin lancar pula mengalirkan air, dalam hal ini arus listriknya, jadi bagian pertama yang harus diperbaiki adalah kabel-kabel ini, tetapi perlu dicatat, recable adalah hal yang paling mudah dilakukan untuk memperbaiki sound quality, tapi bukan yang paling murah, untuk itu saya pilih kabel yang harganya masih "cocok" untuk speaker kecil ini.

- Kable input mini stereo 3.5 mm ganti dengan kabel mini to mini dari dBE accoustic, yaitu dBE MM10 yang ujung satunya dipotong untuk nanti disolder. Price : IDR 30K 
dBE MM10 vs stock input cable
- Kable output ke speaker kanan diganti dengan Canare L-4E6S 1 meter. Price : IDR 30K
Terlihat jelas pada gambar perbedaan Canare dengan kabel standarnya.

Canare L-4E6S vs stock R out cable
- Internal out cable juga diganti Canare setelah dikupas jaketnya.


 2. Power supply
Power supply adalah bagian yang secara langsung menyumbang degradasi sound quality, secara umum disebabkan noise dan interferensi yang ditimbulkannya, walaupun semua part PC mengambil power dari PSU unit yang sudah teregulasi, akan tetapi noise itu masih ada, jadi ada bagusnya juga untuk memperbaiki kapasitor di bagian ini, khusus untuk power supply, makin besar kapasitor main bagus.
Dalam rangkaiannya, hanya ada 2 kapasitor di sektor ini, sebuah kapasitor tak bermerk 1000uF/16V, digantikan oleh Cerafine 2200uF/25V, IDR 20K (Rubycon would be great for this position but it will cost too much, :D) dan kapasitor lainnya adalah sebuah bypass 100nF. Gambar akhir belum sempat foto, karena masih belum final, tapi akan saya update kemudian.

Result :
Hasilnya, sekarang speaker kanan tidak "redup" lagi, staging meningkat, berasa lebih luas, masih bright, tapi lebih soft, untuk bassnya tidak ada perubahan, saya tidak cukup mahir untuk menggambarkan suara dengan kata-kata. And I need more time to continue...break dulu...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
update 2011/11/07,

Beberapa minggu yang lalu tikus merajalela dirumah, sehingga saya terpaksa mendeklarasikan perang, segala strategi diterapkan demi memenangkan perang, mulai dari memasang perangkap tikus yang mekanis, yang beracun, lem tikus dan bahkan pengusir tikus elektrik, semua saya coba dalam rangka "Mouse War I" ini tetapi tetap saja mereka berjaya. Rupanya salah satu dari mereka ada yang berhasil masuk kamar saya dan memotong beberapa kabel saya yang memang tidak rapi berseliweran di belakang lemari. Saya baru menyadarinya setelah speaker ini mati, LED indikator powernya mati, tidak ada tanda kehidupan, ternyata kabel powernya digigit putus menjadi 2 bagian oleh tikus. Akhirnya terpaksa membuat kabel sendiri dengan memanfaatkan kabel USB extention, solder-solder sedikit...tralalaa....jadilah. 

Namun beberapa hari kemudian terjadi masalah lagi, kali ini tidak ada suara sama sekali dari speaker, tetapi LED indikator power menyala, ahh mungkin telah terjadi kesalahan setting audio akibat anak saya mengutak-atik PC, kemudian mencoba cek setting audio di PC, ganti-ganti soundcard default (karena di PC saya ada 3 soundcard) tetap saja diam membisu, ah kenapa ini? Tiba-tiba terbersit kekhawatiran, apakah ada kabel yang putus lagi? Ambil senter melongok-longok ke belakang lemari, wagh... ternyata benar, kali ini dBE MM10 mendapat giliran dimutilasi menjadi 3 oleh tikus. Malam itu juga semua kabel speaker lain saya evakuasi, untuk mengantisipasi serangan berikutnya.

Singkatnya kabel input saya ganti dengan yang bisa dilepas supaya gampang dicopot-copotnya, terpasanglah 2x female RCA konektor, sedangkan menggantikan dBE MM10 yang dimutilasi tikus adalah dBE RM20. Berikut ini daftar modifikasi selanjutnya :
- 2x female RCA konektor + canare 30cm, IDR 30K 
- dBE RM20, IDR 40K
- Stock caps C1 dan C2 digusur oleh Philips polystyrene capacitor 33nF, @IDR 8K5
- Input coupling digusur Cerafine 100uF (ga kepake karena ga pernah pakai earphone, tapi ya sudahlah solder saja) @IDR 10K
- Ada 1 kapasitor misterius 0.33uF yang belum ketahuan dimana fungsinya, belum dapat pengganti yang cocok. -> Ternyata ini sebuah bypass capasitor untuk semua out + dari chip amp.
- Update power supply, bypass capacitor digusur oleh kapasitor kesukaan saya Vishay 1837, 100nF, IDR 20K

Penampakan setelah recaps
Tampak Belakang

Impresi :
Vokal lebih natural, open, high lebih lembut, clear, enak sekali disetel pelan-pelan di tengah malam, I love it, ga bisa digambarkan dengan kata-kata yang enak ya didengarkan saja, hahaha... :D Saya yakin banyak speaker yang lebih baik, but for this small size, this one is pretty good enough. (Sambil membayangkan R18 dan Zwei)



Tips :
  • Di beberapa bagian, terutama kabel-kabel di speaker ini, di PCB, di lobang penutup belakang tempat kabel keluar diberi lem bakar. Hati-hati melepaskannya, anda bisa melepas lem-lem ini dengan pinset dengan hati-hati tentunya, jangan sampai ada komponen terangkat. Lem di kabel-kabel dekat PCB hanya untuk memperkuat saja supaya kabel tidak gampang putus karena ketarik-tarik. Dan saya sangat menyarankan untuk mengelemnya kembali setelah mengganti kabelnya dengan kabel yang baru. Terutama lubang tempat keluar kabel di bagian penutup belakang, harus terlem rapat kembali untuk menghindari kebocoran udara lewat celah-celahnya.
  • Harga-harga yang saya cantumkan adalah harga yang saya dapat saat saya membeli dari beberapa online shop dan di beberapa forum, karena alasan kepraktisan, tentunya tidak tertutup kemungkinan anda menemukan harga yang jauh lebih murah :D.
  • Buat yang awam dengan solder menyolder, gunakan electric solder pump buat membersihkan timah di kaki kapasitor yang akan dilepas.
  • Kapasitor elektrolit memiliki polariti + dan - yang tidak boleh terbalik, pastikan tidak terbalik memasangnya, kutub positif biasanya memiliki kaki lebih panjang.

Buat yang kesulitan mendapatkan sellernya saya dengan senang hati membantu, bukan dengan berjualan, tapi akan saya informasikan contact sellernya, ataupun tokonya, sms saya saja maka dengan senang hati saya akan membantu, contact saya ada di halaman "about me".  

Penutup :
Modifikasi yang simpel sekali, dan saya yakin semua orang bisa melakukannya, tapi biasanya timbul pertanyaan, dengan biaya modnya, kenapa tidak beli speaker lainnya yang lebih bagus aja, toh biaya totalnya sama ? Yup anda benar sekali, but... I definitely will do the same thing on those other speakers, so sami mawon, mau beli yang kayak apa juga bakal mengundang niat iseng-iseng lagi. Jadi lebih baik mengoptimalkan yang ada, toh kebutuhannya hanya sebuah speaker mini saja, maxi in its mini size.


Kata-kata bijak :
  • Jangan pernah membeli speaker karena membaca sebuah review atau apalah yang mengatakan enak, bagus, natural dll, hal yang paling benar adalah anda datangi toko speakernya, coba pakai dap putar lagu-lagu yg anda kenal, kalau suka dengan suaranya baru beli. Karena telinga setiap orang memiliki selera yang berbeda- beda.
  • Recaps dan recable tidak akan membuat suara kaleng menjadi suara emas, kapasitor yang baik hanya mengurangi "kerusakan" yang dibuat oleh dirinya sendiri, begitupun dengan kabel.
  • Kualitas suara yang sampai ke telinga kita tergantung dari banyak hal, kualitas speaker, interkoneksi, source nya itu sendiri dan masih banyak lagi. Misalnya jangan berharap terlalu banyak dari source MP3 128 kbps atau mengharap bass yang jedag-jedug dari sebuah speaker full range.





Cikarang 21 April 2011
Mbah Jerangkong




Tuesday, April 19, 2011

Gunakan LED dengan benar

Belakangan ini marak sekali penggunaan LED sebagai pengganti lampu, pun aplikasinya meluas sekali, mulai dari indikator, senter, headlamp dll. Tapi sebelum menggunakannya seharusnya kita tahu prinsip kerja LED sehingga tidak menimbulkan kesalahan.
LED adalah sebuah dioda yang memancarkan cahaya apabila diberikan tegangan maju padanya, dioda tidak memiliki resistant karena ia bukan resistor, padahal resistant ini adalah salah satu bagian yang mesti harus ada dalam rangkaian elektronik aktif, resistant didapatkan dari komponen bernama resistor.
Masih ingat kan V = i.R
V = tegangan
i = arus
R = resistant
Apa jadinya kalau kita memasang LED hanya dengan diberi tegangan saja dan tanpa resistor? Ambil contoh kita mau memasang LED 13 titik untuk lampu senja motor kita, tegangan diberikan sebesar 12 Volt, tanpa adanya resistor maka resistant = 0, sehingga
V = i.R
12 = i.0
maka arus yg mengalir dalam rangkaian kita adalah
i = 12/0 sesuatu dibagi nol menghasilkan bilangan tak terhingga, jadi arus akan mengalir sangat besar, akibatnya LED akan panas dan cepat putus, atau kalau LEDnya bisa bertahan, maka kabel-kabel penghantarnya bisa kepanasan dan bisa terbakar karena mengalirkan arus terlalu besar, atau sumber tegangannya yang akan rusak, kalau itu aki di kendaraan anda, siap-siap di lembiru saja.
Ini rupanya masalah yang terjadi pada penerangan motor saya belakangan ini, headlamp menjadi mati, dan sering terjadi kelistrikan mati total, rupanya ini disebabkan oleh penggunaan 3 buah LED, di lampu senja dan di panel-panel speedometer.
Rupanya LED-LED ini walaupun harganya mahal tetapi tidak dipasang internal resistor didalam kitnya, akibatnya seperti saya jelaskan diatas. Ini dia biang keladinya :


Depok, 19 April 2011
Mbah Jerangkong

Promedia THX 2.1 Speaker Mod

Beberapa bulan yang lalu saya melakukan kesalahan fatal, sebuah kesalahan yang mejerumuskan saya akan hobby lama yang sudah saya lupakan semenjak berkeluarga. Semua berawal waktu saya menjual speaker multimedia saya selama ini yang nyaris tidak pernah saya pakai karena tipikal suara bassnya sangat saya tidak sukai, walaupun itu sebuah Creative 7.1 T7800.

Promedia THX 2.1 adalah salah satu speaker multimedia dengan performa yang bagus, sempat membaca-baca reviewnya, sampai tibalah hari itu saya membelinya, secara tiba-tiba dan tanpa pikir panjang. Overall speaker ini cukup bagus untuk musik, walaupun lebih ditujukan untuk para pecinta movie, ditandai dengan THX certifiednya, THX mensyaratkan frekuansi rendah respon dibawah 80Hz, walaupun banyak kriteria lainnya, tapi saya tidak akan membahas itu. Yang saya sukai dari speaker ini adalah highnya yang pass, midnya open, walaupun bassnya cenderung boomy kalau diset diatas puteran jam 9. Overall tidak mengecewakan buat selera saya yang nggak neko-neko.

Beberapa hari mencari referensi, akhirnya tidak tahan juga tangan ini setelah sekian lama tidak mengutak atik komponen elektronik. Perburuan dimulailah, hal pertama yang saya cari adalah desolder tools, electric desoldering pump, yaitu solder untuk menghisap timah yang sedang disoldernya, gunanya untuk membersikan kaki-kaki komponen dari timah sehingga ia mudah dicabut nantinya untuk diganti dengan komponen yang lain. Sekian banyak toko yang saya datangi menggelengkan kepala tnda tidak pernah melihat barang ini, tapi akhirnya suatu siang pas jalan-jalan melihat sebuah toko tersembunyi di belakang lapak-lapak baju disebuah pasar, dan bingo....dia menjual benda itu seharga 45rb saja, Alhamdulillah...

Speaker set ini terdiri dari beberapa bagian :
1. preamp unit
2. Power supply unit
3. Power amplifiernya itu sendiri.

Pertama ingin saya mulai dari yang paling gampang dulu, yaitu unit pre ampnya,
prinsip mod audio gampang saja, ganti komponen stoknya dengan komponen yang lebih bagus performanya, baik itu resistor, kapasitor, induktor, opamp, dioda dll.
Perburuan kedua adalah mencari part yang mau diganti, akhirnya ketemu sebuah toko online yang menyediakan part tersebut, akhirnya datanglah Elna Silmic II, Elna cerafine dan WIMA MKP 10
Gambar dibawah adalah penampakan preamp modulnya sebelum kena recaps,
Kapasitor stoknya adalah Capxon, biasanya kalau kapasitor ini dipakai di VGA card maka setelah 1~2 tahun dia akan hamil, dan performance audio capasitor ini kurang bagus.
Berikut adalah nilai-nilai yang diganti :
- Capxon 10uF/40V digusur Elna Silmic II 10uF/63V
Elna SIlmic II adalah salah satu peserta di jajaran high grade caps untuk audio.
- Capxon 100uF/16V digusur Elna Cerafine 100uF/50V -> batal karena cerafine terlalu gendut, preamp tidak bisa masuk ke casenya lagi, rencana akan coba Nichicon Muse yang lebih imut, sementara balik caps stock lagi.
- stock 100nF digusur WIMA MKP10
Penampakan setelah recaps, si merah kotak-kotak itu WIMA MKP10, yang hitam Elna Silmic II

Impresi pertama adalah frekuensi highnya lebih tinggi, cenderung bright, sepertinya dari karakter WIMA, menurut beberapa review setelah burn WIMA akan memiliki detail yang bagus, airy, sexily breathy sound, vokal lebih open, bass sedikit lebih sopan, tapi kurang begitu terasa perubahannya, masih dalam proses burn in, jadi karakter sesungguhnya belum terdengar, mungkin perlu berbulan-bulan, karena hanya seminggu sekali pakai nih speaker :D
Target selanjutnya adalah mengganti 100uF Capxon dengan Nichicon Muse dan 2 caps lagi 47pF dengan WIMA MKP4, pasang busa di sub dan recable satelite speaker
bersambung...

Cikarang, 19 April 2011
Mbah Jerangkong